Hacked

Apa bedanya Fullstack dan JAMstack web application?

2019 M04 5 • ☕️ 2 min read

Fullstack itu mustahil bagiku. – Rin Adisurya (https://rin.rocks)

Ketika kita bicara JAMstack kita sudah tidak bicara lagi mengenai operating systems, webserver tertentu, bahasa pemrograman dan databases.

JAMstack bukan tentang teknologi spesifik. Ini adalah cara baru membangun situs web dan aplikasi yang memberikan kinerja yang lebih baik, keamanan yang lebih tinggi, biaya penskalaan yang lebih rendah, dan pengalaman pengembang yang lebih baik.

Dua paragraf di atas setidaknya adalah hal penting yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari (https://jamstack.org).

Pengantar perbedaan

Analogi paling bodoh adalah seperti ini: Fullstack dan JAMstack sangat berbeda, ibarat ojek konvesional dan ojek online.

✅ Best practice: JAMstack merupakan kependekan dari JavaScript, APIs, dan Markup.

✅ Best practice: Fullstack maupun JAMstack adalah arsitektur atau sebuah cara untuk membuat website dan aplikasi.

Lalu, bagaimana perbedaannya?

Fullstack

Pada artsitektur Fullstack, kita bicara mengenai backend dan frontend. Ada webserver, bahasa pemrograman, database di bagian backend, dan HTML di bagian frontend.

Untuk membangun sebuah halaman website pada artsitektur ini, katakanlah halaman sederhana yang hanya berisi satu file HTML, kita memerlukan webserver untuk membuatnya dapat diakses oleh browser, dan tentu webserver dijalankan pada sebuah server/VM, servernya siapa? Server kita sendiri atau milik hosting provider.

Jika kita mengelola server sendiri tentu kita perlu menginstal webserver tertentu seperti Apache atau Nginx.

Hal di atas tentu nggak jadi masalah jika kamu backend guy yang berpengalaman megang server, namun bagaimana jika kamu adalah frontend developer?

JAMstack

Pada artsitektur ini kita sudah tidak bicara mengenai hal-hal backend seperti webserver dan database. Karena kita akan menghosting website kita pada layanan khusus yang kita sudah tidak perlu mengatur webserver, bahasa pemrograman dan hal lain yang biasanya ada pada arsitektur fullstack.

Pernah mencoba GitHub Pages atau Netlify? Yep, itu adalah contoh arsitektur JAMstack dimana kamu tidak perlu memikirkan hal di sisi server dan hanya perlu fokus pada cara bagaimana kamu membangun situs, yaitu menggunakan static site generator seperti Jekyll, Hugo ataupun Gatsby.

Maka dari itu JAMstack akan lebih membantu jika kita adalah seorang frontend web developer yang terbatas untuk mengelola server.

Kapan website dikatakan JAMstack?

  • JavaScript Pemrograman dinamis apa pun selama siklus permintaan / respons ditangani oleh JavaScript, berjalan sepenuhnya pada klien. Ini bisa berupa kerangka frontend, pustaka, atau bahkan vanilla JavaScript.

  • APIs Semua server-side processes atau database action yang disarikan ke dalam API yang dapat digunakan kembali, diakses melalui HTTPS dengan JavaScript. Ini dapat dibuat khusus atau memanfaatkan layanan pihak ketiga.

  • Markup Markup templated harus dibangun sebelumnya pada waktu deploy, biasanya menggunakan generator situs untuk situs konten, atau alat bantu pembuatan untuk aplikasi web.

Contoh

Berikut adalah beberapa situs yang sudah dapat dikategorikan sebagai JAMstack:

Bagikan di TwitterEdit di GitHub

Gabung ke milis

Berlangganan untuk mendapatkan konten terbaru saya melalui email.

    Saya tidak akan mengirimi Kamu spam.

    Unsubscribe kapan saja.

    Hacked

    Frans Allen

    Blog Bahasa Indonesia oleh Frans Allen. Yang membuat sistem menjadi lambat hanyalah ketidaktahuan.